KARAKTERISTIK SUNGAI SELAN DI KABUPATEN BANGKA TENGAH
Oleh : Miskar Maini

Sungai Selan merupakan aliran sungai yang terletak di Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung lebih tepatnya berada di Kecamatan Sungai Selan. Sungai Selan dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat setempat sebagai tempat mata pencaharian dan sebagai jalur untuk menuju ke laut. Hasil tangkapan utama dari Sungai Selan ini adalah udang gala dan udang windu. Di Desa Selan Selain terdapat penduduk asli juga banyak terdapat masyarakat pendatang seperti dari Sulawesi, Sungsang, Palembang, Komering, Lahat dan Jawa.



Pada hilir dekat muara sungai terdapat sebuah dusun yaitu dusun Pangkal  Raya yang mayoritas mata pencaharian penduduk Desa Pangkal Raya sebagian besar sebagai nelayan dan sebagian kecil sebagai penebang pohon, penambang timah dan petani.
Sungai Selan merupakan sungai yang dimanfaatkan untuk transportasi, baik transportasi nelayan yang akan melaut maupun transportasi barang dari luar pulau Bangka seperti dari Palembang dan Jakarta. Karena kegunaan sebagai sarana transportasi, maka pemerintah daerah telah membangun dermaga, yang berada sekitar 10 km dari muara. Tampaknya dermaga ini akan dikembangkan sebagai salah satu penghasil PAD utama.
Di Dermaga ini juga terbentuk TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dari petani ke Pedagang. Umumnya hasil ikan di daerah ini di bawa ke Pangkalpinang. Pelelangan ikan terjadi pada sore hari sekitar jam 3 sampai jam 5, dimana pada waktu itu banyak kapal nelayan yang berlayar dari muara menuju TPI.
Di tengah sungai terdapat pelabuhan bongkar muat barang. Kapal-kapal barang yang berlabuh di pelabuhan itu berasal dari Palembang dan Jakarta. Jenis barang yang diangkut kapal barang tersebut berupa kelontong, sembako, dan gas (elpiji). Pelabuhan Sungai Selan merupakan pelabuhan barang terbesar kedua setelah Pangkalbalam di Pangkalpinang.
Di hulu sungai banyak terdapat kebun-kebun milik masyarakat yang menanam sayur-sayuran, padi lahan kering (padi huma) dan menanam kayu sengon. Sungai Selan merupakan sungai yang memiliki cabang di hulu sungai dan bermuara di selat Bangka. tepian sungai ini cenderung merata atau datar dari hulu sampai muara. Sungai ini mengalami 2 kali pasang yang biasa disebut pasang nganak yaitu pukul 10.00 WIB dan puncaknya jam 16.00 WIB dan pada pukul 20.00 WIB dengan pasang pukul 03.00 WIB. Kondisi sungai sepanjang aliran sungai baik dari hulu sampai hilir sungai banyak sekali terdapat sampah, baik berupa sampah rumah tangga yang dibuang oleh masyarakat sekitar sungai, maupun balok-balok kayu serta tanaman yang mati dan hanyut terbawa arus sungai serta tailing timah bekas hasil tambang di daerah hulu sehingga air menjadi keruh. Selain digunakan untuk kepentingan transportasi Sungai Selan ditengah sungai ke arah hulu terdapat Intake SPAM sebagai penyediaan air baku masyarakat setempat dengan mengandalkan pengambilan air sungai secara langsung dengan metode pasang surut.
Permasalahan utama yang terjadi di Sungai Selan adalah sedimentasi lumpur. sedimentasi lumpur terjadi di sepanjang sungai terutama di sepanjang ke arah hulu sungai. Akibat dari sedimentasi ini terbentuk permukaan baru yang membuat lebar sungai makin sempit. Selain itu sedimentasi ini juga menyebabkan pendangkalan muara. Banjir pernah terjadi pada tahun 1986 dan tahun 2016, walaupun tidak menimbulkan korban jiwa yang berarti dimana air hanya menggenangi pemukiman penduduk di kawasan pelabuhan dan sekitarnya dengan ketinggian kurang lebih setengah meter dan tetapi menyebabkan kerusakan prasarana SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) yang ada di Sungai Selan mengalami kerusakan, sehingga beberapa peralatan yang rusak menimbulkan dampak yang signifikan yaitu tidak beroperasinya SPAM Sungai Selan yang menyuplai air baku ke rumah penduduk, dikarenakan tidak beroperasi menyebabkan pelanggan banyak yang beralih menggunakan air tanah dari sumur gali maupun sumur bor sehingga terjadi penurunan pelanggan SPAM IKK Sungai Selan.  Penyebab utama banjir ini disebabkan oleh tingginya intensitas hujan dan disertai dengan air pasang di Sungai Selan.
Vegetasi yang terdapat di kanan kiri sungai antara lain pedado (Dominan I), nipah, gelam, bangur, bakung, (Dominan II) dan rasau. Di kanan dan kiri sungai terdapat pemukiman petani berjarak agak berjauhan kecuali di sekitar pelabuhan sungai selan. Hutan dapat dikatakan habis, jika kita pandang ke daratan tidak tampak lagi pohon yang tinggi. Pada titik koordinat UTM X : 0612018; Y : 9734634 sungai bercabang tetapi yang ke arah kiri (perahu ketek bergerak ke arah kiri) airnya tidak ada dan sungai mengecil.
Permasalahan yang ditemui adalah sampah pada sungai yang mengganggu kapal dan pendangkalan sungai. Sampah pada sungai Selan sudah berada pada tingkat menganggu kelancaran aliran sungai yang diakibatkan oleh sampah berupa kayu bekas penambangan timah, daun-daun dan plastik. Sudah sering kapal-kapal nelayan mengalami kerusakan sampai pecah baling-balingnya karena sampah kayu.
Bangunan intake untuk penyediaan air baku yang ada di Sungai Selan berada di koordinat : 48 M 0610282, UTM 99735779 dengan ketinggian : 12 m  dengan kondisi air keruh berwarna kecoklatan. Berdasarkan hasil perhitungan Sungai Selan memiliki potensi ketersediaan air yang mampu mencukupi kebutuhan air baku sebesar  1229,73 liter/detik. Karakteristik Sungai Selan berupa luas daerah tangkapan air di DAS (Daerah Aliran Sungai) diperoleh dengan cara menganalisis dari peta ArcView GIS. Dari analisis tersebut diperoleh luas permukaan catchment area DAS Sungai Selan 219,773 Km2 terletak 12 meter di atas permukaan laut, melihat luasan DAS sangat besar dan memiliki potensi sumber air yang cukup besar.
Kondisi eksisting Sungai Selan yang berada di DAS Sungai Selan dengan data hasil survei lapangan sebagai berikut :

  1. Kondisi air keruh kecoklatan mengadung sedimen suspensi cukup besar dan sungai ini memiliki kondisi pasang surut air laut.
  2.  saat ini sudah ada bangunan intake/SPAM lengkap dengan infrastruktur bangunan pengolahan.
  3.  Saat ini kondisi bangunan IKK SPAM kadang-kadang beroperasi tapi lebih banyak tidak beroperasi dikarenakan ada beberapa peralatan yang rusak akibat banjir di bulan Februari 2016 tahun lalu,
  4. Bangunan intake/SPAM sudah dibangun sejak tahun 2010
  5.  Pelanggan dari SPAM ini hanya 53 KK saja dan sempat mengalami penurunan pelanggan yaitu pernah melayani pelanggan air hanya  23 KK saja, kemungkinan masyarakat cendrung menggunakan air tanah dari sumur gali maupun sumur bor.
  6. SPAM ini mengambil air di aliran Sungai Selan , dengan metode pasang surut, air hanya bisa diambil pada saat pasang karena bangunan intake sulit mengambil air pada saat surut, dikarenakan sungai sudah mengalami pendangkalan karena di daerah hulu ada penambangan timah.
  7. Potensi debit sungai cukup besar dilihat dari visual dan hasil analisis menunjukan sungai Selan ini bisa melayani penyediaan air baku untuk satu kecamatan Sungai Selan, sungai ini juga sering dijadikan alur pelayaran transportasi air yaitu sering lalu lalang kapal motor, speedboat dan perahu nelayan lainnya maupun Kapal menegah besar yang sering lewat.
  8.  Bagian depan bangunan intake ada bangkai kapal motor kayu yang sedikit banyak akan mempengaruhi pengambilan air sungai dengan bangunan intake.
  9. Bangunan SPAM sudah ada bangunan kantong lumpur untuk menampung dan menguras sedimen.
hHasil survei identifikasi tentang karakteristik Sungai Selan ini dilakukan Penulis pada tahun 2017, sehingga bila pembaca ingin mendapatkan data yang lebih detail lagi dapat dilakukan survei kembali di lapangan untuk mendapatkan hasil deskripsi karakteristik tentang Sungai Selan .



Komentar